Press Realease

Dindikbud Banten Gelar Diskusi PembaTIK 2020 Via Streaming Youtube

WhatsApp Image 2020-04-20 at 17.54.45

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar diskusi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (PembaTIK) pada Selasa (21/4/2020) melalui streaming youtube dengan link https://bit.ly/PembatikBanten2020 mulai pukul 10.00 WIB hingga Rp 12.00 WIB. Diskusi ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan motivasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring yang dilaksanakan Provinsi Banten selama terjadinya pandemi Covid-19.

 

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dindikbud Provinsi Banten M Yusuf selaku salah satu narasumber dalam diskusi yang mengangkat tema "PembaTIK 2020: Guru Banten menyongsong Era Digital 4.0" itu. Menurutnya, dalam menyikapi kewaspadaan terhadap antisipasi penyebaran wabah Corona Provinsi Banten, Gubernur Banten telah mengambil langkah-langkah efektif, strategis, terukur, terarah namun tetap syarat kehati-hatian. Salah satu keputusan yang penuh dengan perhitungan cermat dan kesiapan matang juga dilakukan dalam bidang pendidikan hal ini tercermin dalam Surat Edaran Sekretariat Pemerintah Daerah Banten tanggal 22 maret 2020 tentang WFH bagi ASN dan surat edaran Dindikbud Provinsi dikeluarkan Plt Kadisdikbud tanggal 16 Maret 2020 tentang Tindak Lanjut Pencegahan Covid 19 yang ditujukan untuk seluruh satuan pendidikan di bawah tanggung jawab Pemprov untuk mengalihkan pelaksanaan aktifitas pembelajaran peserta didik dari sekolah ke rumah masing-masing dengan pengawasan keterlaksanaan yang melibatkan unsur kedinasan dan kontrol orang tua siswa melalui jejaring sosial. Selain itu, pihaknya juga memberikan berbagai alternatif saran sebagai opsi media pembelajaran daring yang dapat dipilih dan diterapkan oleh satuan pendidikan, salah satunya media pembelajaran daring Saba Banten yang dikelola langsung Pustekom Kemendikbud.

 

 

Dengan tantangan wilayah kerja rupa georgrafis dan kemampuan ekonomi yang beragam yang tersebar di empat kabupaten dan empat kota, tentunya memiliki sejumlah potensi kendala dalam pelaksanaan WFH (Work From Home) bagi Guru Pendidik dan DLFH (Distance Learning From Home) bagi peserta didik, mengingat dengan jumlah satuan pendidikan SMA sebanyak 422 sekolah, SMK sekolah sebanyak 653 sekolah dan SKh sebanyak 93 sekolah yang didalamnya terdapat jumlah pendidik SMA sebanyak 10.295 orang, SMK sebanyak 11.752 orang dan SKh sebanyak 1.068 orang yang mengampu peserta didik SMA sebanyak 186.553 orang, SMK sebanyak 249.759 orang dan SKh sebanyak 5.831 orang.

 

“Maka ini adalah hal baru yang mungkin tidak semuanya akan dapat terlaksana sesuai target ideal tanpa adanya pembinaan dan dukungan untuk ketercapaian budaya belajar yang membutuhkan kesiapan teknis, juga dukungan jaringan dan finansial. Namun hal ini mulai teratasi dengan terbitnya surat edaran yang berisi tentang kebijakan dana BOS dari pusat dapat digunakan untuk membantu menunjang pelaksanaan pembelajaran daring selama masa darurat Covid 19 dan Permendikbud nomor 14 tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Oleh Satuan Pendidikan, maka sekolah dapat lebih leluasa melaksanakan pembiayaan belanja kebutuhan terkait hal tersebut melalui dana BOS,”jelas Yusuf

 

 

Dengan dihentikannya Ujian Nasional maka standar nilai yang menjadi nilai kelulusan bagi siswa kelas XII juga tidak lagi menggunakan bagian dari nilai Ujian Nasional, dan pelaksanaan ujian-ujian pada satuan pendidikan, dan aktifitas pembelajaran secara praktis juga menjadi menyesuaikan dengan pola daring. Namun dengan munculnya permasalahan tersebut justru pencapaian kemampuan terhadap adaptasi dalam bidang penerapan teknologi pendidikan di Provinsi Banten menjadi tumbuh luar biasa. Hal ini juga dapat tercermin dari prestasi antusiasme para Guru Pendidik di Provinsi Banten untuk mengikuti program Kemendikbud melalui Kegiatan PembaTIK yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK Guru Pendidik yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). Bahkan, jumlah Guru Pendidik peserta PembaTIK level 1 untuk Provinsi Banten secara statistik cukup membanggakan dengan menduduki puncak peringkat pertama nasional dengan jumlah sebanyak 6.245 orang (data masih terus merangkak naik) mengalahkan Jawa Timur, DKI, Jawa Tengah dan provinsi lainnya se-Indonesia.

 

“Oleh sebab itu, sebagai bentuk dukungan dan motivasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring di Provinsi Banten, kami menggelar diskusi secara streaming dengan menampilkan langsung narasumber-narasumber yang berkompeten di bidangnya.”papar Yusuf

 

Diskusi tersebut selain menampilkan Plt. Kepala Dindikbud Provinsi Banten, juga turut hadir Plt. Kepala UPT TIKDIKBUD Provinsi Banten Rudi Prihadi, S.Pd, M.Si, dengan pengisi acara Hasan Chabibie selaku Plt. Ka PUSDATIN Kemendikbud, Hendriawan Widiatmoko selaku Koordinator sub perancangan Aplikasi PUSDATIN Kemendikbud, Ai Wenny Purnama Putri dan Nendy Firmasyah selaku Duta Rumah Belajar 2019.

 

Diungkapkan Yusuf, dibalik adanya keprihatinan terhadap bencana wabah virus corona yang mengharuskan social distance ditengah adat budaya masyarakat Banten yang menjunjung tinggi eratnya aktifitas silaturahim, selain tantangan juga membawa hikmah positif bagi dunia pendidikan di Banten utamanya dalam membentuk semangat para Guru Pendidik yang kian sadar pentingnya menguasai dan menerapkan teknologi dalam pembelajaran yang terkendala keterbatasan ruang waktu. Pada akhirnya melahirkan motivasi untuk lebih menggali potensi dan kompetensi melalui ragam tantangan way of learning dengan menyediakan konten-konten pendidikan yang kreatif, bermutu, menyenangkan serta mampu memancing fokus aktif peserta didik dalam pembelajaran yang dibalut dengan esensi mental karakter spiritual building yang mencerminkan rasa empati ditengah kondisi serba terbatas ini.

 

Semoga dengan semua hikmah dari kejadian ini, dunia pendidikan di Banten khususnya akan semakin maju bersinar terang dengan didorong tata laksana program pendidikan yang bermutu serta didukung semangat semua Guru Pendidik, Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan dalam solidaritas kebersamaannya bersatu padu mampu membakar gelora potensi terbaik untuk terus melahirkan produk insan masyarakat Banten yang berkualitas unggul, cakap teknologi dan berakhlakul karimah yang tinggi di masa depan,”imbuh Yusuf. (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)