Press Realease

Dikunjungi Dubes China, Wagub Promosikan Pariwisata Banten

Photo Name

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menerima kunjungan Duta Besar China Xiao Qian dan rombongan di Kantor Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Kamis (21/2/2019). Dalam kunjungan dubes dengan agenda perkenalan tersebut, Wagub mempromosikan potensi pariwisata Banten.

 

“Tahap awal ini kami ingin agar bagaimana caranya kunjungan wisatawan asal China ke Banten bisa meningkat,” kata Wagub kepada pers usai pertemuan. 

 

Dalam pertemuan, Wagub didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten Wahyu Wardana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari.

 

Dalam pertemuan, Wagub juga tampak aktif menerangkan profil Provinsi Banten. Bahkan, Wagub mengajak rombongan dubes melihat peta Provinsi Banten yang terletak di gedung Pendopo Gubernur Banten, sambil menjelaskan tata letak kawasan-kawasan strategis yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

 

“Ya, karena kan sebetulnya selama ini investasi PMA (penanaman modal asing) asal China di Banten juga sudah banyak, utamanya di sektor industri manufaktur dan energi. Jadi kami ingin lebih memperkenalkan lagi kepada mereka tentang potensi berinvestasi di Banten,” papar Wagub

 

Terkait keinginannya agar lebih banyak wisatawan asal China berkunjung ke Banten sebagaimana telah disampaikan dia kepada dubes dalam pertemuan. Wagub mengatakan, data kementerian Pariwisata menyebutkan bahwa dari jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia, China menjadi negara yang memiliki dampak besar bagi pasar Indonesia. 

 

“Kalau tidak salah, wisman China itu nomor satu terbanyak ke Indonesia , di susul oleh wisman asal Singapura. Setidaknya pernah ya kondisinya seperti itu. Saya belum up date lagi datanya,” kata Wagub

 

Masih mengutip data Kemenpar, Wagub berujar jika pengeluaran wisman China dalam berwisata di Indonesia juga terbilang menempati urutan tertinggi dibandingkan dengan wisman asal Negara lainnya. “Seingat saya data Kemenpar itu menyebutkan, wisman asal China memang sedikit belanja souvenir. Tapi kalau untuk pengeluaran yang lain seperti akomodasi dan laiinya mereka terhitung royal,” imbuhnya.

 

Mengingat hal itu, lanjut Wagub, sektor pariwisata di Banten harus bisa ambil bagian mengambil kue pasar pariwisata dari kunjungan wisman asal China ke Indonesia. Wagub mengaku, pihaknya akan secara khusus membahas kesiapan dan promosi pariwisata Banten untuk pasar wisman asal China tersebut dengan stake holder pariwisata di Banten.  

 

Lebih jauh Wagub mengatakan, investasi China di sektor pariwisata di Banten sebelumnya juga pernah dilakukan kesepakatannya antara perusahaan pengembang dalam negeri dan perusahaan asal China. “MoU (memorandum of understanding) itu akhir tahun lalu di Jakarta atas inisiasi Kemenpar,” katanya.  

Sebelumnya diberitakan, perusahaan China berkomitmen menginvestasikan dananya sebesar satu miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Provinsi Banten. Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen LoI antara Direktur Utama Yunnan Ice Sea Invstment Group Wei Xiao Lin dan Direktur Utama Jababeka Budianto Liman dalam Forum Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Terkini 2018 di Beijing, Jumat (14/12/2018) akhir tahun lalu.

 

Pertukaran dokumen LoI antar kedua perusahaan tersebut disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun. Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata Nusantara selain Bali yang dikenal dengan "10 New BalI Destinations". (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)