Press Realease

Daerah Potensial, Banten Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakornas Investasi

Photo Name

Provinsi Banten menjadi tuan rumah penyelenggaraan rapat koordinasi nasional (rakornas) investasi, regional investment forum (RIF), dan bimbingan teknis (Bimtek) Protokol Komunikasi OSS tahun 2019 yang berlangsung mulai Senin-Kamis (11-14/3/2019) di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang. Hal itu dikarenakan Banten sebagai salah satu daerah paling potensial untuk mengembangkan investasi baik oleh investor domestik maupun asing. Kegiatan yang diprakarsai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) RI itu dibuka Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri sejumlah Menteri terkait.

 

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya saat pembukaan mengucapkan terima kasih kepada para investor dan calon investor atas dipilihnya Provinsi Banten sebagai tempat berinvestasi dan mengembangkan usahanya, yang tentu pada gilirannya akan memberikan kontribusi positif dan menjadi faktor yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Melalui pertemuan ini kita harapkan akan terbangun sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha dan investor dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan iklim investasi yang kondusif di seluruh daerah di indonesia, karena dengan iklim investasi yang kondusif akan mendorong terciptanya investasi yang berkualitas yang akan mampu berperan dalam mengurangi kemiskinan, dengan mendorong laju pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja secara signifikan.

Gubernur mengatakan, mencermati kondisi perekonomian saat ini, diperlukan upaya yang lebih optimal yang dilakukan oleh pemerintah (pusat) maupun pemerintah daerah. Dukungan pemerintah yang pro bisnis  diharapkan menjadi stimulus sehingga dapat membantu memulihkan daya saing perekonomian serta daya beli masyarakat.  Berkenaan dengan hal ini, untuk mendukung upaya terciptanya kemudahan berusaha bagi seluruh pelaku usaha yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya,  Pemerintah Provinsi Banten telah pula melaksanakan pelayanan perizinan terintegrasi melalui online single submission, sebagai tindak lanjut paket kebijakan ekonomi dan peraturan presiden nomor 24 tahun 2018 yang telah diluncurkan bapak presiden, dan telah dibentuk pula satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Banten. 

“Dukungan terhadap sektor industri khususnya industri pengolahan menjadi penting karena sektor ini merupakan penyumbang terbesar terhadap nilai PDRB Provinsi Banten yaitu sebesar 49%.  Namun demikian, sektor ini memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor dan pemasaran ekspor sehingga ketika terjadi fluktuasi kurs dolar Amerika akan mengalami resiko penurunan nilai usaha serta berdampak pada aspek ketenagakerjaan. Oleh karenanya, sejalan dengan program prioritas pengembangan investasi, pemerintah provinsi banten terus mengintensifkan pengembangan potensi investasi yang sudah berjalan dan memacu pengembangan sektor lainnya, seperti pada sektor properti untuk pemukiman, perkantoran dan perdagangan serta sektor jasa,”terang Gubernur

Sektor pariwisata, lanjutnya, sebagai salah satu potensi unggulan di Provinsi Banten, pasca musibah tsunami yang terjadi, kegiatan penanggulangan pasca bencana masih dilakukan dan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Banten untuk kembali menumbuhkan keyakinan para pelaku usaha dan investor untuk tetap menanamkan modalnya. Untuk itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang sudah membantu dan mengharapkan agar bantuan pemerintah dalam membangun kembali serta membuka akses jalan menuju kawasan penduduk yang masih terisolir dan destinasi wisata yang belum terbuka terus berjalan.       

“Dengan perkuatan dukungan pemerintah kepada para pelaku usaha (PMA/PMDN) ini sudah seyogyanya disambut baik dan sewajarnya para investor memberikan umpan balik dalam bentuk keikutsertaan aktif dalam menjaga lingkungan disekitar kegiatan investasinya, memberdayakan usaha kecil menengah domestik, dan tidak kalah pentingnya adalah taat terhadap pembayaran pajak, serta kewajiban-kewajiban lainnya yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,”tutur Gubernur

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi banten tahun 2018 mencapai 5,81 %, meningkat 0,08% point dari tahun  2017 sebesar 5,37 %. Pertumbuhan tersebut dikontribusikan oleh realisasi investasi PMA dan PMDN di Banten dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 tercatat mencapai 2.613 proyek, dengan nilai total investasi sebesar Rp 56,52 triliun, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 44.172 orang tenaga kerja. Dengan demikian, dapat dikatakan perkembangan realisasi investasi tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam penurunan jumlah pengangguran dengan pembukaan lapangan kerja baru dan kegiatan ekonomi turunan (non formal), yang pada akhirnya dapat menaikkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, potensi pengembangan dan peningkatan investasi di Provinsi Banten masih sangat terbuka luas, antara lain optimalisasi realisasi investasi baru pada kawasan industri, beberapa kawasan strategis nasional dan pengembangan industri kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Namun demikian, untuk memacu minat investasi pada kawasan-kawasan potensial tersebut masih diperlukan dukungan infrastruktur wilayah yang lebih andal, seperti infrastruktur jalan, sumber daya air dan energi.  Infrastruktur sarana prasarana transportasi yang akan dan sedang dalam proses pembangunan, diantaranya jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83 kilometer dan reaktivasi jalur rel kereta api Rangkasbitung-Labuan dan Saketi-Malingping-Bayah. Pemenuhan kebutuhan air baku melalui pembangunan infrastruktur bendungan Karian dan bendungan Sindangheula, sedangkan suplai energi melalui pembangunan pembangkit listrik baru yaitu PLTU Jawa-7 berkapasitas 2 x 1.000 mega watt disamping beberapa PLTU yang sudah beroperasi, yang tentunya kesemuanya itu merupakan agenda pemerintah pusat dan provinsi yang perlu terus didorong agar segera terwujud.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana pada Kamis (14/3/2019) menyampaikan bahwa tiga agenda kegiatan nasional yang akan dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memanfaatkan kemajuan ekonomi digital yang kian berkembang pesat.

 

“Pelaksanaan kegiatannya akan dibagi dalam beberapa hari, hari pertama (Senin) untuk kegiatan RIF, hari kedua untuk rakornas dan hari ketiga dan keempat diisi dengan kegiatan Bimtek Protokol Komunikasi OSS,”terang Wahyu

 

Selain dialog forum bisnis, jelas Wahyu, rangkaian kegiatan RIF juga terintegrasi dengan one on one meeting dengan tujuan mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastuktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing. Selain itu digelar pula pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan.

 

“RIF bertujuan untuk mempromosikan potensi dan peluang investasi yang ada di daerah kepada calon investor potensial. Yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 500 peserta dari DPMPTSP provinsi dan calon investor potensial,”jelasnya

 

Wahyu menjelaskan, kegiatan rakornas investasi merupakan forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (12/3/2019) ini dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti sebanyak 850 peserta dari Kementerian, sekretaris daerah provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). 

 

“Untuk bimtek protokol komunikasi (OSS), bertujuan untuk memberikan bimbingan secara teknis terkait protokol komunikasi bagi satuan tugas peningkatan prestasi kementerian, lembaga, proviinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia,”paparnya