Pemprov Bantuk Generasi Berencana

  • Shiyabatus Sakhowah
  • 50 Views
  • 18 Jul 2018
-

Kepala Dinas Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma'ani Nina mengatakan, generasi berencana adalah suatu program dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. 

Menurut Nina, generasi berencana dalam bentuk subjek didefinisikan remaja dan pemuda yang memiliki pengetahuan, bertindak dan berperilaku sebagai remaja untuk menyiapkan perencanaan menuju keluarga berencana.

“Intinya generasi berencana yaitu merencanakan masa depan dengan baik dan matang, usia pernikahan minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Usia tersebut cukup aman dari sisi kesehatan reproduksi maupun dari sisi psikologi, pendidikan, ekonomi dan sosial,” kata Nina pada Rabu (18/7/2018)

Tujuan generasi berencana, lanjutnya, adalah untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat, dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan generasi berencana.

Kata Nina, program generasi berencana yaitu katakan tidak untuk menikah muda, tidak melakukan seks sebelum nikah dan tidak menggunakan napza. Untuk mendukung itu semua pihaknya melakukan kampanye pendewasaan usia perkawinan, dengan substansi pesan yaitu pernikahan perempuan mencapai usia minimal 21 tahun dan laki laki usia 25 tahun.

Masih kata Nina, generasi berencana adalah generasi dengan harapan dan tujuan untuk mencapai keluarga yang sejahtera. Untuk mencapainya maka diperlukan ketahanan  dalam suatu keluarga. Dengan demikian generasi berencana ke depan akan menjadi generasi di usia produktif yang berkualitas pada tahun 2020-2030 dimana Negara Indonesia diprediksi mengalami tahun bonus demografi.

“Tahun bonus demografi adalah dimana usia produktif berumur 15-64 tahun  mencapai 70 persen. yang hanya akan terjadi sekali dalam hidup. Generasi berencana juga sebagai upaya dapat menekan laju pertumbuhan penduduk,” imbuhnya.