Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Susu Kental Manis

  • Shiyabatus Sakhowah
  • 45 Views
  • 06 Jul 2018
-

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen bijak saat membeli sebuah produk, termasuk susu kental manis. Masyarakat harus teliti memahami setiap kandungan susu kental manis yang ada di pasaran sehingga tak memberi dampak buruk bagi kesehatannya. 

Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, sebagai pengguna jasa, maka selayaknya masyarakat bisa teliti sebelum membeli sebuah produk. Salah satu contohnya susu kental manis yang pada dasarnya memiliki kandungan susu dan protein yang kecil. 

“Bukan tidak mengandung susu sama sekali. Hanya saja kandungan proteinnya kecil dan sebagian besar isinya gula. Padahal gula kalau diberikan pada anak-anak bisa berlebihan (kurang baik-red). Itu bukan nutrisi yang cocok untuk anak kita,” ujarnya Jumat (6/7/2018).

Sigit menjelaskan, selain tak baik untuk anak-anak, susu kental manis juga bukan berarti bisa dikonsumsi oleh orang dewasa secara sembarang. Dengan kandungan gula yang dominan maka seharusnya masyarakat juga paham produk itu tak baik bagi sebagian orang.    

“Bukan hanya anak-anak, peruntukan bagi orang dewasa pun harus teliti. Orang misalnya diabetes, banyak-banyak makan itu (susu kental manis) ya tambah makin parah saja (kondisi kesehatannya),” katanya.  

Hingga saat ini, kata dia, tak ada larangan konsumsi dan imbauan penghentian edar sehingga masyarakat masih diperkenankan mengkonsumsinya. Meski demikian, atas pertimbangan kandungannya, susu kental manis disarankan tidak menjadi asupan nutrisi utama.  

“Perhatian untuk para orang tua, jadi bahwa susu itu (kental manis-red) sebenarnya susu formula, bukan nutrisi utama yang dibutuhkan oleh anak. Itu hanya sekadar makanan pendamping ASI (air susu ibu). Jadi yang paling pertama (utama) adalah ASI,” ungkapnya. 

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang Alexander mengatakan, sub kategori susu kental dan analognya, termasuk di dalamnya susu kental manis merupakan salah satu sub kategori dari kategori susu dan hasil olahannya. Sub kategori itu berbeda dengan jenis susu cair dan produk susu, jenis susu bubuk, krim bubuk serta bubuk analog. Susu kental dapat digunakan untuk toping dan pencampur pada makanan atau minuman  seperti roti, kopi, teh, coklat dan lain-lain.

“Karakteristik jenis susu kental manis adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen. Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda. Seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi,” paparnya

Ia mengimbau, masyarakat lebih bijak menggunakan dan mengonsumsi susu kental dan analognya sesuai peruntukannya. Memperhatikan asupan gizi, khususnya gula, garam, lemak yang seimbang.

“BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek KLIK (kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI dan tidak melewati masa kedaluwarsa,” pungkasnya.