Daftar SMA/SMK Bisa Offline

  • Shiyabatus Sakhowah
  • 17 Views
  • 04 Jul 2018
-

Sekretaris Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online Teddy Rukman menyarankan kepada orangtua calon siswa, untuk melakukan pendaftaran ke SMA dan SMK negeri secara offline atau mendatangi sekolah, khususnya terhadap sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota peserta didik baru.

“Saya juga meminta kepada pihak sekolah yang belum terpenuhi jumlah kuota peserta didik baru, untuk memberikan pelayanan pendaftaran sekolah secara offline,” kata Teddy pada Rabu (4/7/2018).

Menurutnya, dalam pedoman PPDB pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh Provinsi Banten Tahun 2018/2019 tertulis, jika kuota tidak terpenuhi dalam pelaksanaan PPDB Online, maka pendaftaran siswa baru dapat dilaksanakan di sekolah.

Kendati demikian, kata Teddy, dalam pedoman juga tertulis bahwa jumlah kuota dan daya tampung bagi calon peserta didik baru yang berasal dari daerah luar Provinsi Banten paling banyak 2 persen dari kuota jumlah total peserta didik yang diterima.

“Tetap yang menjadi atensi kami adalah nilai evaluasi akhir, dan calon peserta didik yang rumahnya berdekatan dengan sekolah,” ungkapnya.

Bagi sekolah negeri, lanjutnya,  yang belum terpenuhi kuota dan daya tamping sekolah dapat melakukan seleksi ulang penerimaan calon peserta didik baru secara mandiri paling lama lima hari setelah pengumuman seleksi dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

“Daftar ulang dilaksanakan pada Tanggal 6 sampai dengan 10 Juli 2018 mendatang. Selama pelaksanaan daftar ulang dilarang memungut biaya dalam bentuk apapun,” tutupnya.

Masih kata Teddy, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait sejumlah calon peserta didik yang memiliki nilai tinggi, namun tidak masuk sekolah tujuan. Hal tersebut disebabkan ada kesalahan dalam proses input data ke sistem.

“Data tersebut akan diserahkan kepada Inspektorat Banten untuk dicarikan solusinya, karena pengumuman PPDB Online sudah selesai dilaksanakan dan hasilnya pun sudah. Jangan sampai data baru tersebut menggeser atau mengorbankan calon siswa yang sudah masuk sekolah tujuan,” imbuhnya.