Pemprov Banten Tunggu DED Pembangunan RSJ Banten

-

SERANG – ‎Pemprov Banten telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banten seluas 9,7 hektare di Kecamatan Walantaka, Kota Serang sejak 2016 lalu. Saat ini Pemprov masih  menunggu masterplan dan detailed engineering design (DED) sebelum memulai pembangunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Sigit Wardojo mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memulai pembangunan RSJ kendati pembebasan lahan sudah selesai dilakukan Pemprov Banten sejak 2016. Hal ini dikarenakan pihaknya masih menunggu masterplan dan DED sebagai syarat mutlak sebelum dilakukannya pembangunan. ‎”Tinggal menunggu masterplannya dan persiapan DED. Tapi sebelum melakukan pembangunan fisik, kita siapkan dulu SDM-nya, percuma nanti ada gedungnya kalau tidak ada SDM-nya,”ungkap Sigit beberapa waktu lalu.

Sigit mengatakan, masterplan dan DED diperkirakan akan selesai tahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa dimulai pembangunan fisiknya.‎ Sementara, untuk pembangunan fisik gedung RSJ Banten, diprediksi akan selesai dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun mendatang. Berdasarkan data Dinkes, ‎masyarakat di Provinsi Banten yang mengalami gangguan jiwa sebanyak enam persen dari total penduduk sekira 11 juta jiwa atau berkisar 660 ribu jiwa.

“Di RSJ Banten nantinya dibangun sejumlah sarana penunjang, karena kalau RSJ butuh tempat pembinaan,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, lanjut Sigit, Dinkes pun akan membuka penerimaan dokter jiwa. Hal ini disebabkan hingga saat ini Provinsi Banten belum memiliki tenaga medis khusus tersebut.