Pemprov Tunggu Amdal Pembangunan Pelabuhan Warnasari

-

CILEGON – Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik terkait rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari di Kota Cilegon. Akan tetapi, Pelabuhan Warnasari yang dalam waktu dekat ini akan dibangun melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) bersama dengan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) tersebut belum menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemprov menunggu dokumen amdal tersebut untuk segera dipelajari dan tahapan pembangunan dapat segera dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten M Husni Hasan mengatakan, pihaknya belum menerima pengajuan Amdal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon atau PT PCM terkait rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari. Pengajuan Amdal tersebut syarat penting dalam rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari. "Meski belum ada pengajuan Amdal ke kita, groundbreaking tetap bisa berjalan. Jika groundbreaking tersebut berada di darat, kalau di wilayah darat seperti kantong parkir pelabuhan, Amdal tidak perlu ke kita. Tapi, kalau yang pembangunan dermaga berada di laut itu yang mengeluarkan Amdal dari kita,"ungkap Husni.
Dijelaskan Husni, pengajuan Amdal bisa dilakukan sembari pembangunan berjalan. Pihaknya bisa mengeluarkan izin Amdal tersebut dalam waktu sekitar satu pekan. "Cepat atau lambatnya kita mengeluarkan izin Amdal tergantung pengajuannya juga. Kalau persyaratannya lengkap, kita bisa cepat," jelasnya.
Diterangkan Husni, pihaknya akan mendukung pembangunan Pelabuhan Warnasari, karena dapat berdampak positif pada pendapatan daerah. Jika PT PCM mengajukan Amdal, pihaknya akan segera melakukan tahapan pengkajian. Dalam sidang Amdal nanti, pihaknya juga akan mengundang Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, karena terkait dengan pembangunan dermaga. "Kajiannya nanti dilakukan oleh tim independen dari berbagai pihak seperti akademisi dan lainnya. Kita mengacunya kepada hasil dari tim independen itu. Kalau dari 0 smapai 8 mil itu yang mengeluarkan izin dari kita. Itu sesuai dengan Undang-undang (UU) terbaru yakni UU Nomor 23/2014 Tentang Pemerintahan Daerah," ungkapnya. 
Sementara itu, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari memang belum mengantongi Amdal dari Pemerintah Provinsi Banten. Hal tersebut terjadi, lantaran PT PCM selaku BUMD yang akan bekerjasama dengan PT BBI masih mempersiapkan perusahaan gabungan atau joint venture company yang akan mengurus Amdal tersebut. "Nanti yang mengurus Amdal itu JVC. JVC saja belum  terbentuk, kita masih membahasa JVC itu dengan Bosowa," kata Iman.
Dalam hal ini, Iman menegaskan, JVC yang saat ini sedang dibahas nanti menjadi pihak yang akan mengajukan amdal tersebut. Namun, meski belum mengantongi Amdal, proses groundbreaking yang akan dilakukan dalam waktu dekat tidak akan terganggu. "Kita masih menunggu jadwal Pak Wapres (Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla-red), untuk bisa datang ke sini (Cilegon-red)," tegasnya.