Pleno Rekapitulasi Pilkada Banten 2017 Berlangsung Lancar

-

SERANG-Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Banten 2017 telah selesai. Rapat pleno yang diselenggarakan KPUD Provinsi Banten pada Minggu (26/2/2017) di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon tersebut berjalan dengan baik, kondusif, lancar dan aman. Dengan dihadiri oleh saksi kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022, penghitungan suara Pilkada Cagub-Cawagub Banten juga mendapat penjagaan yang ketat dari aparat kepolisian sebagai upaya preventif dari gangguan-gangguan selama proses rekapitulasi berlangsung. Berdasarkan hasil penghitungan manual, diperoleh hasil paslon nomor urut 1 yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy mendapatkan 2.411.213 suara atau 50,95 persen dari total suara sah sebanyak 4.732.536 suara. Sementara pasangan nomor urut 2 yakni Rano Karno-Embay Mulya Syarief memperoleh sebanyak 2.321.323 suara atau 49,05 persen.

Demikian disampaikan Ketua KPUD Provinsi Banten Agus Supriyatna saat dihubungi melalui sambungan telefon oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten pada Senin (27/2/2017). Agus menjelaskan, hasil penghitungan suara yang telah berlangsung secara aman dan kondusif tersebut merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak baik tim penyelenggara, desk Pilkada Banten 2017, aparat keamanan baik kepolisian atau TNI, seluruh tim masing-masing pasangan calon, insan pers dan seluruh masyarakat Banten yang terus mengawal seluruh proses Pilkada 2017 agar berjalan sesuai harapan bersama.

“Semua pihak berperan penting dalam penyelenggaraan Pilkada 2017 di Banten hingga bisa terlaksana dengan baik, lancar dan kondusif. Jadi tidak hanya penyelenggara, semua unsur punya andil besar,”ujar Agus.

Agus mengatakan, berdasarkan rapat pleno penghitungan suara yang telah dilakukan, diperoleh hasil paslon nomor urut 1 yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy mendapatkan 2.411.213 suara atau 50,95 persen dan pasangan nomor urut 2 yakni Rano Karno-Embay Mulya Syarief memperoleh sebanyak 2.321.323 suara atau 49,05 persen dari total suara sah sebanyak 4.732.536 suara. Sehingga terdapat selisih sebanyak 89.890 suara atau 1,90 persen. Sementara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 7,7 juta orang dan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Banten 2017 mencapai 63 persen.

“Selajutnya hasil tersebut kita SK-kan dan kita sampaikan ke Mahkamah Konstitusi. Kita masih menunggu proses di MK untuk penetapan pemenang calon. Karena kemarin hanya perolehan suaranya saja, kita belum menetapkan pemenang,”jelasnya.

Agus menambahkan, kedua belah pihak (paslon 1 dan paslon 2-red), jika tidak puas terhadap keputusan yang telah dibuat dalam rapat rekapitulasi, akan diberikan waktu untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) selama tiga hari ke depan terhitung mulai tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2017 sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 tahun 2017.

"Jadi kami (KPUD Banten-red) sekarang tinggal menunggu, apakah ada gugatan atau tidak atas SK yang telah dibuat. Nanti (surat) resmi yang memuat keputusannya ada dari MK, termasuk kalau ada gugatan, kita juga menunggu putusan resmi dari MK seperti apa.” tutup Agus. (Bidang TIK Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian)