Pertemukan Dua Sekolah Pelaku Tawuran, Gubernur Minta Lakukan Upaya Preventif

  • Shiyabatus Sakhowah
  • 68 Views
  • 02 Aug 2018
-

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim mengadakan pertemuan dan melakukan diskusi langsung dengan pihak-pihak sekolah yang berkaitan dengan terjadinya tawuran pelajar SMK Sasmita Jaya dengan SMK Bhipuri beberapa waktu yang lalu hingga mengakibatkan korban luka-luka. Hal ini menjadi bentuk perhatian tersendiri bagi Gubernur Banten yang merasa prihatin dan sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan meminta pihak sekolah agar dapat melakukan upaya-upaya preventif (pencegahan) agar kejadian tersebut tidak terulang.

Sehingga hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Banten dan datang secara langsung ke Tangerang Selatan dan memanggil pihak-pihak sekolah yang melakukan tawuran tersebut  pada hari Kamis (2/8/2018) bertempat di SMAN 7 Tangerang Selatan. Dalam pertemuan dan diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Biphuri serta Yayasan Sasmita Jaya dan Kepala SMK 1 dan 2 Sasmitajaya, serta disaksikan Kepala Inspektorat Provinsi Banten, Sekdis dan Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Banten. 

Dalam arahannya, Gubernur Banten mengatakan agar dapat dibangun komunikasi antar kepala sekolah, osis, guru dengan melibatkan pihak Kepolisian dan TNI. 

Gubernur menyatakan turut prihatin terhadap kejadian ini sehingga dengan segera bentuk semacam koordinasi dengan pihak terkait untuk selalu memantau area-area yang menjadi basis atau tempat berkumpulnya pelajar melakukan tawuran, terutama guna mengantisipasi dan mencari solusi terbaik. Gubernur juga meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk membuat forum diskusi bersama, antar osis dan antar sekolah baik SMA/SMK Negeri maupun Swasta. 

“Kita dapat mengadakan pagelaran maupun kompetisi antar sekolah untuk meningkatkan hubungan, dikhawatirkan terdapat kecemburuan sosial antar berbagai sekolah, kita perbaiki dimulai dari proses komunikasinya,” ujar Gubernur

Gubernur mengungkapkan bahwa tindakan tawuran ini membuktikan bahwa sadisme sudah masuk ke kalangan sekolah, dan ini sudah masuk ke dalam kategori kriminalitas. sehingga penindakan harus dilakukan dengan segera. 

“Untuk pengambilan tindakan hukum bagi pelaku akan kita serahkan kepada pihak kepolisian karena ini sudah termasuk tindak kriminalitas kan,” jelas Gubernur.